Ada tempat-tempat yang tidak meminta kita melakukan apa pun. Tidak perlu buru-buru memesan, membuka laptop, atau mengisi keheningan. Peron Senja adalah salah satunya.
Kedai kecil ini tumbuh di samping jalur kereta lama. Terasnya menghadap barat, sehingga setiap pukul lima, cahaya jatuh miring di atas meja-meja kayu. Orang datang dengan Vespa, sepeda, atau berjalan kaki. Mereka duduk, saling bercerita, lalu membiarkan waktu bergerak dengan caranya sendiri.
“Kami tidak ingin membuat tempat yang ramai. Kami ingin membuat tempat yang terasa hidup.”— Arga, peracik kopi

